Jumat, 23 April 2010

UNTUKMU GURU


Oleh: Anak Bumi

Selangkah selangkah, saat besi tua menderit disekap pailit.
Kemanakah kau melangkah?

Sepatah sepatah, saat serpihan kapur melumur berkawan uban di kepala.
Ayoman apa kau titah?

Binar seluet bahagia membuncah, saat ku mematuk paham.
Sebening apa pintu ikhlas kau darma?

Pun, tidak temaram..
Bilamana bulir padimu dieram kelelawar penghisap darah.

Kau tekuri malam untuk menyuapiku Cahaya Tuhan.
Dan Cahaya Tuhan tidak akan memberkas hati padam oleh dosa lara.
Katamu, pagi itu.



Banda Aceh,

Menekuri album sekolah

2 komentar:

Nikmatnya Hidup mengatakan...

guru yang setia pada tugasnya....

T.Yonaskummen mengatakan...

pahlawan tanpa tanda jasa.....